Welly Blog's

Majas

Posted on: 29 Januari 2010

Pendahuluan

Majas merupakan peristiwa pemakaian kata yang melewati batas-batas maknanya yang lazim atau menyimpang dari arti harafiahnya (Panuti Sudjiman 1990: 50). Artinya dengan majas kita dapat mencapai efek tertentu dengan mengeksploitasi kata hingga melewati makna kata tersebut secara umum.

Majas itu sendiri dapat dibedakan menjadi empat yaitu majas perulangan, majas perbandingan, majas pertautan, dan majas pertentangan. Dalam makalah ini saya akan memfokuskan pembahasan saya mengenai majas perulangan, guna melengkapi pembahasan mengenai majas oleh rekan-rekan lainnya di dalam kelompok.

Pengertian Majas

Pengertian majas menurut Tarigan adalah bahasa kias, bahasa indah yang dipergunakan untuk meninggikan serta meningkatkan efek dengan memperkenalkan serta memperbandingkan suatu benda atau hal tertentu dengan benda atau hal lain yang lebih umum (Tarigan 1985: 112).

Menurut Panuti Sudjiman, majas adalah peristiwa pemakaian kata yang melewati batas-batas maknanya yang lazim atau menyimpang dari arti harafiahnya (Panuti Sudjiman 1990: 50). Majas yang baik menurut Panuti Sudjiman adalah majas yang dapat menyarankan dan menimbulkan citra tertentu didalam pikiran pembaca atau pendengarnya.

Pengertian perulangan atau repetisi itu sendiri adalah gaya bahasa yang mengandung perulangan bunyi, suku kata, kata atau frase ataupun bagian kalimat yang dianggap penting untuk memberi tekanan dalam sebuah konteks yang sesuai (Tarigan 1985: 180).

Jenis-Jenis Majas menurut Tarigan

Berikut adalah majas-majas yang termasuk ke dalam majas perulangan menurut Tarigan:

  1. Aliterasi

Adalah sejenis majas yang memanfaatkan purwakanti atau kata-kata yang permulaannya sama bunyinya.

Contoh:

Dara damba daku

Datang dari danau

Duga dua duka

Diam di diriku

Kalau kanda kala kaca

Biar bibir biduan bicara

  1. Antanaklasis

Adalah majas yang mengandung ulangan kata yang sama, dengan makna yang berbeda (Ducrot & Todorov, 1981:227). Dengan kata lain, antanaklasis adalah majas yang mengandung ulangan kata yang berhomonim.

Contoh:

  • Saya selalu membawa buah tangan untuk buah hati saya, kalau saya pergi keluar kota.
  • Karena buah penanya itu maka ia menjadi buah bibir masyarakat.
  • Buah pikiran SBY menjadi buah percakapan para menteri.

  1. Kiasmus

Adalah majas yang berisikan perulangan atau repetisi dan sekaligus pula merupakan inversi hubungan antara dua kata dalam satu kalimat (Ducrot & Todorov, 1981:277).

Contoh:

  • Yang kaya merasa dirinya miskin, sedangkan yang miskin merasa dirinya kaya.
  • Sudah biasa dalam kehiduan bahwa orang pintar mengaku bodoh, tetapi orang bodoh justru mengaku dirinya pintar.
  • Akhir-akhir ini semakin banyak kita melihat banyak pria yang berlagak wanita, dan wanita yang berlagak seperti pria.

Keterangan:

Inversi adalah urutan kata yang menyimpang dari biasanya. Maksudnya memberikan tekanan pada kata yng sengaja ditempatkan pada awal urutan.

  1. Repetisi

Adalah majas yang mengandung pengulangan berkali-kali kata atau kelompok kata yang sama (Ducrot & Todorov, 1981: 278).

Contoh:

Selamat datang pahlawanku, selamat datang pujaanku, selamat datang bunga bangsa, kami menantimu dengan bangga dan gembira.

Selamat datang, selamat datang!

Cintaku padamu seputih embun dipagi hari

Cintaku padamu sedalam samudera raya

Cintaku padamu setinggi langit dari bumi

Cintaku padamu tak kan pernah sirna walau gempa menerpa.

  1. Asonansi

Adalah sejenis majas repetisi yang berwujud perulangan vokal yang sama. Biasanya dipakai dalam karya puisi ataupun dalam prosa untuk memperoleh efek penekanan atau menyelamatkan keindahan.

Contoh:

Kura-kura dalam perahu

Sudah gaharu cendana pula

Pura-pura tidak tahu

Sudah tahu bertanya pula

Contoh lain:

Muka muda mudah muram

Tiada siaga tiada biasa

Jaga harga tahan raga

  1. Epizeukis

Adalah majas perulangan yang bersifat langsung, yaitu kata yang ditekankan atau yang dipentingkan diulang beberapa kali secara berturut-turut.

Contoh:

  • Ingat, kamu harus bertobat, bertobat, sekali lagi bertobat agar dosa-dosamu diampuni oleh Tuhan Yang Maha Pengasih.
  • Sebagai mahasiswa kita harus terus belajar, belajar, dan belajar, agar wawasan kita semakin luas dan tidak terbatas pada jurusan yang kita pilih.

  1. Tautotes

Adalah majas perulangan atau repetisi atas sebuah kata berulang-ulang dalam sebuah konstruksi (Keraf, 1985: 127).

Contoh:

  • Kakanda mencintai adinda, adinda mencintai kakanda, kakanda dan adinda saling mencintai, kakanda dan adinda menjadi satu.
  • Israel menyerang Palestina, Palestina menyerang Israel, Palestina dan Israel saling menyerang, Palestina dan Israel akan terus berperang.
  • Dia memuji kamu, kamu memuji dia, dia dan kamu saling memuji, kamu dan dia saling menghargai

  1. Anafora

Adalah majas repetisi yang berupa perulangan kata pertama pada setiap baris atau setiap kalimat.

Contoh:

  • Lupakah engkau bahwa mereklah yang telah membesarkan dan mengasuhmu? Lupakah engkau bahwa keluarga itulah yang telah menyekolahkanmu sampai ke perguruan tinggi? Lupakah engkau bahwa merekalah yang telah menikahkanmu dengan isterimu? Lupakah engkau akan segala budi baik mereka itu kepadamu?

  • Tanpa iman yang kuat engkau akan mudah terperosok ke dalam jurang kenistaan. Tanpa iman yang kuat engkau akan mudah tergoda wanita cantik di sekelilingmu. Tanpa iman yang kuat engkau akan mudah tergoda oleh uang dan harta. Tanpa iman yang kuat hidupmu tidak akan tentram dan damai.

  1. Epistrofa

Adalah semacam majas repetisi yang berupa perulangan kata atau frase pada akhir baris atau kalimat berurutan.

Contoh:

  • Kehidupan dalam keluarga adalah sandiwara. Cintamu padaku pada prinsipnya adalah sandiwara. Seminar lokakarya, symposium adalah sandiwara. Proses belajar mengajar di kelas adalah sandiwara. Singkatnya hidup kita ini adalah sandiwara.
  • Hidup manusia bergantung pada uang. Mau makan harus punya uang. Mau belanja kita juga perlu uang. Mau mati pun kita juga butuh uang.

  1. Simploke

Adalah majas repetisi yang berupa perulangan pada awal dan akhir beberapa baris atau kalimat berturut-turut (Keraf, 1985:128)

Contoh:

Ibu bilang saya pemalas. Saya bilang biar saja

Ibu bilang saya nakal. Saya bilang biar saja

Ibu bilang saya lengah. Saya bilang biar saja

Ibu bilang saya manja. Saya bilang biar saja

  1. Mesodilopsis

Adalah sejenis majas repetisi yang berwujud perulangan kata atau frase ditengah-tengah baris atau beberapa kalimat berurutan.

Contoh:

Para pendidik harus meningkatkan kecerdasan bangsa

Para dokter harus meningkatkan kesehatan masyarakat

Para petani harus meningkatkan hasil sawah-ladang

Para pengusaha harus meningkatkan hasil usahanya

Seluruh rakyat harus meningkatkan pembangunan di segala bidang.

  1. Epanalepsis

Adalah semacam majas repetisi yang berupa perulangan kata pertama dari baris, klausa atau kalimat menjadi terakhir.

Contoh:

  • Saya akan tetap berusaha mencapai cita-cita saya
  • Paparkanlah kepada kami segala yang terpendam dalam hatimu, paparkanlah
  • Bawalah aku ke mana engkau pergi, bawalah

  1. Anadiplosis

Adalah sejenis majas repetisi dimana kata atau frase terakhir dari suatu klausa atau kalimat menjadi kata atau frase pertama dari klausa atau kalimat berikutnya.

Contoh:

Dalam raga ada darah

Dalam darah ada tenaga

Dalam tenaga ada daya

Dalam daya ada segala

Daftar Pustaka:

Tarigan, Henry Guntur. 1985. Pengajaran Semantik. Bandung: Angkasa.

Tarigan, Henry Guntur. 1985. Pengajaran Gaya Bahasa. Bandung: Angkasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.

Kategori

%d blogger menyukai ini: