Welly Blog's

Improvisasi Dalam Bermain Drama

Posted on: 29 Januari 2010

IMPROVISASI DALAM BERMAIN DRAMA

A. Pengertian

Improvisasi adalah ciptaan spontan ketika seorang aktor bermain peran (Rendra, 1993: 70).

Menurut Panuti Sudjiman (1990:37) improvisasi merupakan penciptaan seketika, tanpa persiapan atau rencana.

Menurut Ruth Beall Heining ( 1993 : 184 ) improvisasi sebagai aktivitas drama yang dihasilkan secara spontan melalui suatu situasi.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapatlah dirumuskan bahwa improvisasi merupakan suatu aktivitas drama yang dihasilkan secara spontan dengan menggalakkan daya imajinasi, kreativitas dan inovasi seorang aktor berdasarkan rangsangan yang diberikan oleh pasangan atau lawan bermain.

Improvisasi dalam pengertian saat ini merupakan latihan pengembangan dasar dari bentuk-bentuk pelatihan elemen dasar dalam drama (olah vokal, olah tubuh, olah pikir dan olah rasa serta teori-teori pemanggungan dasar) yang telah diperkenalkan lebih dahulu kepada para calon pemain (http://ngobrolinteater.blogspot.com/2008/08/improvisasi.html 6/9/09).

.

B. Jenis-jenis improvisasi menurut Rendra

1. Improvisasi solo

Di dalam latihan improvisasi ini aktor tidak mempunyai naskah, tidak mempunyai sutradara. Ia benar-benar sendiri, bahkan si aktor tidak mempunyai persiapan apapun, satu-satunya yang ia miliki hanyalah persiapan mental. Karena ia berimprovisasi sendirian tanpa pasangan, maka disebut improvisasi solo.

2. Improvisasi dengan perabotan

Yang dimaksud dengan perabotan disini adalah benda apa saja yang jadikan alat atau perabotan disaat seorang aktor berlakon (berakting). Dalam permulaan berimprovisasi seorang aktor harus benar-benar tenang dan kosong, sehingga ketika seorang aktor berada di atas panggung ia dapat memanfaatkan benda-benda yang ada di atas panggung sebagai wadah untuk berimprovisasi.

3. Improvisasi dengan pasangan

Tampaknya memang sulit menyatukan dua orang mempunyai “karangan” sendiri-sendiri bertemu dalam satu lakon dan berpasangan. Bagaimana dua karangan bisa bertemu begitu saja tanpa dirancang bersama terlebih dahulu. Hal ini bisa saja terjadi asalkan karangan tersebut bukan merupakan karangan yang sudah seratus persen siap. Masing-masing “karangan” harus sekedar berada pada tahap permulaan saja. Ketika kedua permulaan karangan tersebut bertemu barulah keduanya berkembang bersama menjadi satu karangan.

4. Improvisasi dengan rangka cerita

Dalam bahasa inggris rangka cerita disebut “plot”. Adapun yang dimaksud dengan rangka cerita ialah garis besar cerita atau inti cerita.

Ketika aktor ludruk, ketoprak, lenong atau kesenian tradisional lainnya hendak mementaskan suatu lakon, maka hal yang akan mereka lakukan pertama kali adalah berkumpul bersama kemudian menentukan lakon yang akan dipilih. Setelah memilih lakon langkah berikutnya yang dilakukan adalah menguraikan rangka cerita, cukup untuk sekedar mengetahui inti cerita terutama bagian awal dan akhir cerita yang akan dipentaskan lalu kemudian berbagi peran, setelah semua mendapatkan peran, para aktor mulai memikirkan apa yang akan dilakukan diatas pentas dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan lawan main.

5. Improvisasi dengan menanggapi bunyi dan musik

Kegunaan dari latihan improvisasi ini adalah untuk mempersiapkan agar akting seorang aktor di atas panggung tidak hanya jelas dan tepat, tetapi juga mengandung daya khayal yang mampu membuat penonton terpesona, dengan memanfaatkan irama musik yang mengiringi permainan sang aktor.

C. Tanggapan dan kesimpulan

Pementasan drama dapat dimainkan berdasarkan teks atau tanpa teks dan cenderung spontanitas. Permainan drama dengan mengandalkan spontanitas disebut improvisasi. Pada permainan drama zaman dahulu, pementasan tidak berdasarkan pada naskah, namun hanya pada inti dan akhir cerita. Ketika seorang aktor bermain drama tanpa pegangan naskah (improvisasi), sutradara hanya memberikan cerita pokok atau garis besar, dan alur cerita selanjutnya aktor mengembangkan sendiri.

Improvisasi berfungsi menumbuhkan daya aktif, inisiatif, kreatif dan inovatif setiap calon pemain, mengasah daya cipta,daya khayal dan keterampilan bermain calon aktor secara spontan di atas panggung, berdialog dengan wajar dan logis, menggunakan bahasa tubuh (gesture,akting, dan simbolisasi berbagai bentuk gerakan anggota tubuh) dengan wajar dan logis pula, kemampuan memecahkan masalah yang tak terduga di atas panggung, serta keterampilan memainkan berbagai peran, ruang dan waktu. Untuk itu sebagai dasar persiapan latihan, pemain dituntut untuk lebih dahulu mampu menghancurkan berbagai halangan, beban dan hambatan yang tidak perlu terus diikuti dan dipelihara dalam dirinya, seperti rasa minder, rasa takut, rasa malas, khawatir karena pikiran negatif, tidak bersemangat, dan lain sebagainya .Sebaliknya, pemain harus memiliki dan menjaga terus menerus pola berpikir yang positif pada segala hal.

D. Daftar Pustaka

Rendra, WS. 1993. Seni Drama Untuk Remaja. Jakarta: Pustaka Jaya.

Sudjiman, Panuti. 1990. Kamus Istilah Sastra. Jakarta: UI-Press

http://ngobrolinteater.blogspot.com/2008/08/improvisasi.html 6/9/09.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.

Kategori

%d blogger menyukai ini: